Matabatin6869’s Blog

MEDIA MISTIK DAN BUDAYA

Kekeramatan Makam Nyi Ciptarasa dan Buyut Cibuntu, Majalengka, Jabar

Kekeramatan Makam Nyi Ciptarasa dan Buyut Cibuntu, Majalengka, Jabar

Menuju lokasi kedua makan keramat ini tidak mudah. Orang harus berjuang ekstra keras. Pertama, ia harus melalui pematang sawah dan naik turun perbukitan dengan jalan berbatu sejauh kurang lebih 2 km. Anehnya, setiap hari puluhan orang datang ke kompleks pemakaman ini. Medan berat tak menyurutkan langkah-langkah para peziarah ini. Apa sesungguhnya yang mereka cari?

Disebut-sebut, kekeramatan makam Nyi Ciptarasa dan Buyut Cibuntu hampir menyamai makom Gadog, Garut, sebagai patilasan Prabu Kean Santang. Konon, siapa yang datang ke tempat ini dan bermunajat kepada Allah SWT, maka doanya gampang diijabah. Sehingga tidak heran bila banyak orang datang ke lokasi ini untuk memanjatkan doa. Sayangnya, banyak yang salah kaprah ketika bersimpuh dihadapan kedua makam ini. Mereka bukan meminta kepada Allah SWT, melainkan kepada penghuni makam tersebut.

Mak Oyah, istri Kuncen Nyi Ciptarasa senantiasa mewanti-wanti peziarah akan hal tersebut. Sebab bila meminta kepada mahluk Tuhan yang sudah meninggal, maka dia telah syirik. Dan dosa berbuat syirik sangat besar. ”Malah bisa-bisa dia dapat mudharat. Bahkan bukan tidak mungkin permintaannya bisa berakibat fatal,” tandas Mak Oyah.

Meski tak ada yang mempromosikan tempat ini, namun kabar dari mulut ke mulut cukup ampuh menyedot animo para peziarah. Yang datang ke tempat ini pun dari beragam tempat. Rata-rata berasal dari luar Majalengka, seperti Bandung, Sumedang, Cirebon, Kuningan, bahkan Jakarta dan daerah Jawa Tengah.

Menurut Mak Oyah, tiap hari, ada saja yang datang ke tempat ini untuk memohon berkahnya. Dan pulangnya, mereka selalu membawa botol minuman kemasan berisi air dari Sumur Mas, Sumur Cikajayaan dan Pancuran Cikahuripan, yang tak jauh dari kompleks makam.

Buyut Cibuntu

Kedua makam ini berada dalam komplek pemakaman yang disebut Sirah Dayeuh Ciomas. Letaknya disebuah kampung di Desa Ciomas, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Komplek ini pun sering pula disebut keramat Buyut Cibuntu. Uniknya, banyak peziarah yang tak ambil pusing membedakan mana makam Buyut Cibuntu dan mana makam Nyi Ciptarasa.

Sebenarnya, menurut Kuncen Dayeuh Ciomas, yang terkenal dan kerap diburu adalah makam Buyut Cibuntu. Namun karena letaknya lebih jauh dan berada di atas bukit, maka orang memilih lokasi yang simpel. Peziarah merasa lebih senang bermunajat di makam Nyi Ciptarasa yang letaknya lebih nyaman dan terletak dalam sebuah bangunan permanen. Makam inilah yang justru lebih banyak diziarahi.

Selain itu, di dekat makam Nyi Ciptarasa terdapat tiga sumur keramat dan batu Panayogian Rizki. Siapa sebenarnya Buyut Cibuntu yang terkenal itu? Beliau adalah orang yang berjasa membuka areal perkampungan ketika masih berbentuk hutan belantara. Hanya saja, tak ada catatan apa hubungannya dengan Pak Cio, orang Cina yang juga membuka perkampungan Ciomas. Akan tetapi, dalam perkembangannya, dua tokoh ini memang amat disegani dan makamnya selalu ramai diziarahi.

Makam Buyut Cibuntu terletak di lereng atas bukit Cibuntu. Nama aslinya adalah Raden Brasma, yang juga kerap disebut Raden Semar. Yang bertanda ke tempat ini umumnya adalah mereka yang terjerat berbagai pelik dalam hidupnya. Semisal tengah dililit perkara hukum, sampai problem utang piutang. Namun, tidak sedikit pula yang meminta aji pengasih dan penglarisan untuk usaha.

Hanya saja, para peziarah jarang mengunjungi makam Buyut Cibuntu. Sebab selain medannya lebih berat, hampir berada di puncak bukit, jalannya juga terjal dan licin bila hujan turun. Karena itulah Wirta, kuncen Buyut Cibuntu, menyarankan agar doa dilantunkan di sisi pusara Nyi Ciptarasa yang tempatnya berada di dalam sebuah bangunan.

Menurut cerita yang berkembang, makam Buyut Cibuntu paling dikeramatkan diantara tempat keramat yang ada di Sukahaji. Selain karena menuju ke lokasi yang sulit, makam Mbah Buyut Cibuntu juga dijaga harimau putih gaib. Harimau ini memang tak kasat mata dan juga tak pernah mengganggu manusia. Namun bagi mereka yang awas batin, pasti dapat melihat kehadiran harimau tersebut.

Tanah dari makam Mbah Raden Brasma atau Buyut Cibuntu ini sering diambil oleh Wirta tiap hari Jumat kliwon. Tanah itu lalu dimasukkan ke dalam bungkusan-bungkusan kecil oleh Mak Oyah, sang istri, untuk di bawa pulang oleh peziarah. Konon, bila tanah itu ditaburkan di sekitar rumah bisa menangkal segala macam balak seperti serangan santet, teluh dan guna-guna.(bembi)

Januari 15, 2009 - Posted by | Uncategorized | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: