Matabatin6869′s Blog

MEDIA MISTIK DAN BUDAYA

Inskripsi islam tertua di dunia

Inskripsi Islam Tertua Di Indonesia

April 17, 2008 in sejarah Islam

Indonesia mengalami proses panjang sebelum terbentuk menjadi sebuah negara besar dengan mayoritas penduduknya yang beragam Islam.

Saat Wali Songo mulai menyebarkan agama Islam, lalu menggabungkan dengan tradisi setempat, asimilasi penyebaran Islam melahirkan salah satunya adalah Garebeg atau yang lebih dikenal sebagai festival tahunan Sekaten dalam rangka maulud Nabi Muhammad SAW. Keragaman ini terasa berbeda di setiap pulau, namun tetap memiliki akar satu yang cukup kuat.

Jauh sebelum itu, pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi atau duapuluh tahun wafat Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan mengirim delegasi ke China untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Selama empat tahun perjalanan, utusan Utsman ternyata sempat singgah di daerah kepulauan, tepatnya di pulau Sumatera. Kemudian Dinasti Umayyah memulai perdagangan dengan penduduk di pantai barat Sumatera. Inilah awalnya penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Sejak itu pelaut dan pedagang muslim terus berdatangan dengan membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini selain juga berdakwah. Lalu di Aceh, kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yaitu Kerajaan Pasai. Marcopolo juga pernah menyebutkan bahwa ia pernah singgah di Pasai tahun pada tahun 692 H / 1292 M di saat telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi, menuliskan berita saat ia singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M; ia menulis bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi’i.

Sebagai bukti penyebaran agama Islam di Indonesia, bukti tertua terdapat di Gresik, Jawa Timur yaitu kompleks makam Islam, dengan makam tertua Fathimah binti Maimun yang berusia 475H (1082 M) saat masih berdiri Kerajaan SIngasari. Dari bentuk makam ini, terlihat bahwa bentuknya bukan buatan penduduk asli, tetapi makam yang dibuat oleh para pedagang Arab.

Sampai abad ke-8 H atau 14 M, pengislaman penduduk pribumi masih berlangsung sporadis, namun pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Indonesia secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Hal ini terbukti dengan berdirinya kerajaan berlatarbelakang Islam yang kental seperti Kerajaan Ternate, Aceh Darussalam, Demak, Cirebon, Malaka. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini kebanyakan berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra-Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan cara berperang atau usaha merebut kekuasaan kerajaan yang sudah ada.

About these ads

Agustus 4, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: